Terpandang ke dada langit malam
Indahnya kerdipan bintang berselerakan
Bisa menghayut realiti dalam lamunan
Bahawa disebaliknya berlatarkan kehitaman
Tersembunyi sejuta kemungkinan..
Terdengar hembusan bayu nan nyaman
Lembutnya menyapa ke wajah sang fakir
Sehingga tiada tersedar senyum terukir
Membungkus muram sebuah takdir...
Mengikat duka yang sekian lama bermusafir..
Tenanglah hati yang gundah
Basahilah dengan air zikrullah..
Moga dengan merenung kebesaran Allah
Berlalu badai berganti tabah..
Insyaallah..
p/s: Diriku kembali, dengan keberkatan doa seorang teman bersama harapan yang tiada berkesudahan...
(Gambar ini adalah pemandangan UIA yang Diriku ambil buat seorang teman yang sedang berjuang di medan perjuangan ilmu di sana..Jazakallah)

0 comments:
Post a Comment